KH. Abbas Nawawi guru sekaligus Pamanda Alm. KH. Ruhiat

0
35

Serial Biografi Guru-guru Alm. KH. Ruhiat

Oleh: Muhammad Rizqi Romdhon

KH. Abbas Nawawi bin Asy’ari merupakan kerabat dari Hj. Siti Badriyyah salah satu istri KH. Ruhiat. Beliau merupakan pamanda dari Hj. Siti Badriyyah. Ayah Siti Badriyyah yang bernama H. Kosasih merupakan saudara kandung dari Hj. Onah Jahronah istri dari KH. Abbas Nawawi. Jadi KH. Abbas Nawawi merupakan paman KH. Ruhiat dari jalur pernikahan. KH. Abbas Nawawi merupakan salah seorang ulama tafsir pada zamannya. Tidak banyak riwayat yang didapatkan terkait sejarah beliau. Namun diceritakan beliau pernah mesantren di Mekkah bersama saudara kandungnnya. Ayah beliau yang bernama KH. Asy’ari dan saudara kandungnya diceritakan dimakamkan di Ma’la Mekkah. Setelah pulang dari Mekkah, beliau diperintahkan oleh KH. Abdurrahman bin Yasin Pesantren Cantayan gurunya untuk berkhidmah di Pesantren Syamsul Ulum Gunung Puyuh yang dipimpin oleh KH. Ahmad Sanusi putra dari gurunya. Setelah lama khidmah di Pesantren Gunung Puyuh, beliau memohon izin untuk mukim. Lalu beliau kembali ke kampung halamannya di Kubang Tasikmalaya. Sebagaimana kebiasaan Kyai pada masa lalu, memiliki istri yang banyak. Setiap menikah, beliau mendirikan pesantren pada tempat tersebut. Salah satunya adalah Pesantren Kubang. Di Pesantren Kubang tersebut lah alm. KH. Ruhiat mengaji. Kepintaran KH. Ruhiat sebagai santri di Pesantren Kubang sampai pada telinga H. Kosasih kakak ipar dari KH. Abbas Nawawi yang dikenal dengan nama Abang Engko. Abang Engko merupakan seorang juragan sawah yang memiliki sawah luas di Ciparay Bandung serta Cipancur Tasikmalaya. Abang Engko juga merupakan jawara yang terkenal dengan pernah ngadengdekkeun alun-alun Singaparna. Ketika KH. Ruhiat sedang mengaji, Abang Engko langsung meminta kepadanya untuk menikah dengan putrinya yang bernama Siti Badriyyah. Lalu pada tahun 1938 KH. Ruhiat melangsungkan pernikahan yang kedua kalinya dengan Siti Badriyyah keponakan dari KH. Abbas Nawawi gurunya sendiri. Setelah beberapa tahun berlalu, KH. Ahmad Sanusi meminta kembali KH. Abbas Nawawi untuk kembali ke Pesantren Gunung Puyuh. Karena rasa khidmah kepada guru, beliau memenuhi permintaan tersebut dan kembali mengajar di sana. Beliau tinggal dan mengajar di Pesantren Gunung Puyuh sampai akhir hayatnya. KH. Abbas Nawawi lalu dimakamkan di Komplek Pemakaman Pesantren Syamsul Ulum Gunung Puyuh berdekatan dengan makam Pahlawan Nasional KH. Ahmad Sanusi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here