Ta’aruf di Masa Sulit

0
225

Cipasung,

Dalam rangka mengawali tahun ajaran baru dan mengenalkan lingkungan pondok pesantren kepada para santri mukimin baru, Pesantren Cipasung mengadakan acara ta’aruf selama 3 hari (18-20/7) di Aula Pondok Pesantren Cipasung.

Pada malam ”Pembukaan Ta’aruf Santri Mukimin Baru” Pondok Pesantren Cipasung dihadiri oleh Pimpinan Yayasan, Pimpinan Pesantren, Dewan Pembina Yayasan, Para Asatidz, serta santri-santri mukimin baru di Pesantren Cipasung.

Acara ini dibuka oleh hadroh kemudian dilanjutkan dengan penampilan Pagarnusa yang bertujuan untuk memperkenalkan beberapa wadah penyalur bakat yang nanti akan dipilih oleh santri-santri mukimin baru.

Kemudian acara hari pertama dilanjutkan kepada inti acara yakni arahan langsung dari Pimpinan Pesantren Cipasung Al-Mukarram KH. Abun Bunyamin Ruhiat.

Acara ini merupakan sebuah upaya untuk mengenalkan lingkungan pesantren, tradisi keilmuan, akhlaq dan keta’dziman, kegiatan dan aturan-aturan yang ada di Pondok Pesantren Cipasung. Dengan “ta’aruf”, sangat diharapkan santri mukimin baru lebih mudah untuk beradaptasi terhadap lingkungan baru sehingga mereka merasa betah, dengan begitu saat kegiatan pembelajaran santri mukimin baru tidak  ada kendala dan membuat mereka lebih fokus untuk mengaji yang nanti hasilnya sesuai dengan slogan Pondok Pesantren Cipasung “Santri Mampu Membina Umat”.

Selanjutnya adalah pengarahan dari Team Poskestren Pondok Pesantren Cipasung, mengenai perilaku hidup bersih dan sehat juga tak kalah pentingnya mereka menghimbau perihal pandemi Covid-19 yang kini sedang melanda seluruh umat di dunia. ”Tetap terapkan protokol kesehatan serta mentaati peraturan pemerintah”, ujarnya.  

Suasana Aula Pondok Pesantren Cipasung dalam Acara Ta’aruf Santri Baru

Sebuah pandemi tidak menjadi penghalang bagi santri khususnya santri mukimin baru untuk menuntut ilmu agama. Dengan kesungguhan juga keyakinan, sebanyak 800 santri mukimin baru tidak goyah dan begitu antusias dalam mengikuti kegiatan ta’aruf ini. Karena, di dalam pondok pesantren mereka merasa aman dan nyaman. Bagaimana tidak? Pesantren merupakan lembaga yang masih menjaga tradisi keilmuan leluhurnya yang tersambung sampai Rasulullah SAW. Khususnya Pondok Pesantren Cipasung, yang silsilah keilmuannya sudah tidak di ragukan lagi. Dari abah Ruhiat yang berguru kepada KH. Sobandi Pondok Pesantren Cilenga, lalu tersambung kepada Syekh Mahfud at-Turmusi hingga Rasulullah SAW.

Tradisi keilmuan pesantren tentunya tidak terlepas dari 2 unsur, yaitu Fiqih dan Tasawuf. Selain mengajarkan mengenai tata cara ibadah lahiriyah, pondok pesantren cipasung juga mengajarkan tata cara ibadah batiniyah. Setelah sholat fardhu para santri pondok pesantren cipasung tidak meninggalkan wirid dan setiap malam jum’at tidak pernah terlewat untuk melaksanakan aurod, tahlilan, juga membaca maulid al-Barjanzi. Dengan begitu, para santri terbiasa dilatih untuk memiliki kecerdasan emesional dan spiritual, ujar KH. Abdul Chobir, MT.

Tak lupa, acara ini juga mengenalkan para keluarga besar Pondok Pesantren Cipasung serta para dewan pengajar pesantren. Dengan saling mengenal, maka akan tumbuh rasa sayang kepada Masyaikh serta guru-guru pondok pesantren cipasung. Maka, setelah rmereka mengenal guru-guru mulianya, timbulah rasa ta’dzim yang selalu diterapkan di pondok pesantren.  Ta’dzim kepada ilmu maupun ahli ilmu yang merupakan salah satu akhlaqul karimah yang nantinya akan memudahkan para santri untuk mendapatkan ilmu yang barokah juga ilmu yang bermanfaat. Itulah orang yang beradab. Sulthonul Auliya, Syeikh Abdul Qodir Al Jailani mengatakan “Aku akan menghargai orang yang beradab daripada orang yang berilmu”.

Pondok Pesanten Cipasung juga mempunyai tata tertib dan aturan-aturan yang ada sejak didirikan dan peraturan yang berkembang hingga saat ini. Karena, peraturan dibuat bukan untuk mengekang. Tetapi untuk membantu kita mencapai tujuan. Pungkas sebuah kalimat penegas sekaligus motivasi dari Pimpinan pondok pesantren cipasung, al-Mukarram KH. A Bunyamin Ruhiat.

Penulis: Nadia Nazalia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here