Hakikat Qurban: “Thawaf”kan Hati

1
119

Cipasung, 31 Juli 2020

Hari Raya Idhul Adha atau sering disebut “lebaran haji” merupakan hari raya bagi umat islam untuk memperingati peristiwa penyembelihan Nabi Ismail yang pada akhirnya diganti dengan seekor domba, oleh ayahnya Nabi Ibrahim. Hari raya inipun seringkali disebut lebaran haji karena menjadi tanda puncaknya rangkaian ritual ibadah haji di Mekkah.

Ribuan santri, keluarga besar Pondok Pesantren Cipasung, beserta masyarakat yang berada di lingkungan Pondok Pesantren Cipasung melaksanakan sholat Ied di Mesjid Jami’ Cipasung dan sekitar lapangan MI sesuai protokol kesehatan. Masa pandemi tidak menjadi halangan untuk melaksanakan ibadah, bahkan Pondok Pesantren Cipasung menyembelih sebanyak 8 ekor sapi yang dibagikan kepada masyarakat sekitar juga kepada santri Pondok Pesantren Cipasung.

Dalam rangkaian khutbah shalat ied, Pimpinan Pondok Pesantren Cipasung Al-Mukarram KH. A Bunyamin Ruhiat menyampaikan sebuah hikmah dilaksanakannya Ibadah Qurban. Diantaranya adalah: (1) Tasyakur nikmat kepada Allah, (2) Mensyiarkan agama Islam, (3) Menumbuhkan rasa sosial, (4) Harta menjadi amal yang langgeng. Dan tujuan utama adalah meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah Ta’ala.

Karena sesungguhnya selain thawaf syariat yang dilaksanakannya dengan mengelilingi Ka’bah, kita hampir lupa memaknai thawaf hakikat, yaitu mengunjungi “Rumah Kekasih” yang terpatri dalam hati. Dimana sebuah hati adalah tempat untuk mengingatNya, dengan cara merenungi segala kekuasaaNya, bersyukur atas segala nikmat dan kasihNya, dan menjadi manisfetasi sifat Rahman dan RahimNya.

Maka, dengan kita melaksanakan ibadah Qurban, bersedekah juga berbagi kepada yang faqir kita telah menjawab panggilanNya. Labbaikallah humma Labbaik. “Aku datang memenuhi panggilanMu Yaa Allah”. Panggilan Allah kepada kita, untuk menebarkan Cinta kepada sesama. “Selamat Hari Raya Idhul Adha 1441 H, Mohon Maaf Lahir Bathin”

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here