Nasionalisme Santri: Hubbul Wathan Minal Iman, Merdeka dalam Pandemi!

0
196

Dalam rangka memperingati Hari diproklamirkannya Kemerdekaan Indonesia, keluarga besar Pondok Pesantren Cipasung beserta ribuan santri melaksanakan upacara bendera di Lapangan Asrama Al-Uswah 2. 

Pimpinan Pondok Pesantren Cipasung, Al-Mukarram KH. A Bunyamin Ruhiat menginstruksikan agar seluruh santri untuk turut memeriahkan peringatan Hari Proklamasi dengan mengadakan perlombaan – perlombaan serta perlombaan kebersihan asrama. 

Pembukaan upacara bendera disambut dengan penampilan Tarian Zapin dan atraksi silat dari Pagar Nusa yang merupakan wadah penyaluran bakat santri Pondok Pesantren Cipasung.  

Pada saat pelaksanaan, cuaca tidak mendukung juga disertai rintik rintik gerimis. Namun, tidak menjadi alasan bagi para santri untuk tidak melaksanakan upacara tersebut bahkan untuk berteduh sekalipun. “Diharapkan kepada semua santri, agar tidak bubar dari barisannya. Karena ini hanya gerimis hujan. Perjuangan pahlawan dulu, lebih berat dari ini sampai harus mengangkat senjata”. Tutur bapak pimpinan Pondok Pesantren Cipasung, Al Mukarram KH. A Bunyamin Ruhiat. 

Begitulah beliau dalam memaknai “Hubbul Wathan Minal Iman” yang diajarkan kepada para santrinya. Sebagai santri, kita patut untuk turut kepada perintah KIyai. Selain menerapkan Hubbul Wathan Minal Iman, dalam acara ini pun tersirat sebuah Khidmat dan Takdzim. Terlihat para santri sangat antusias juga bergembira dalam syahdunya rintik hujan.

Pembina upacara, bapak Al-Mukarram KH. A Bunyamin Ruhiat dalam amanatnya mengatakan bahwa kita berkewajiban mengisi kemerdekaan dengan profesi masing-masing. Mengutip dari sabda Rasulullah SAW, “Siapa yang mempunyai ilmu pengetahuan lakukan lah perjuangan itu menggunakan pengetahuannya, siapa yang memiliki harta lakukan lah perjuangan itu dengan harta, siapa yang mempunyai kekuatan lakukan lah perjuangan itu dengan kekuatan, dan siapa yang mempunyai kekuasaan lakukan lah perjuangan itu dengan jabatannya”. Karena nasib suatu bangsa tergantung pada bangsa itu sendiri. Oleh karena itu, tingkatkan iman dan taqwa kita kepada Allah agar negara kita menjadi negara yang Baldatun Thoyyibun wa Robbun Ghofur. 

“Kemerdekaan yang sudah diraih oleh bangsa ini sudah cocok dengan perjuangan Islam, oleh karenanya harus dipertahankan dan jangan sampai jatuh kembali ke tangan penjajah. MERDEKA!!!”. Kalimat pungkas KH. Ruhiat saat berpidato di babancong alun – alun Tasikmalaya 1945.

Penulis: Nadia Nazalia

Editor: Bajuri Team

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here